KEGIATAN OPNAME DESA MENGENING SPIRIT TRANSAPARANSI DAN AKUNTABILITAS

Wisma Wahyudi 24 Oktober 2019 11:23:33 WITA

Pandangan Umum Masyarakat ketika mendengar kata “OPNAME” sebagian besar memaknai bahwa opname adalah yang berkaitan dengan rawat inap di rumah sakit.

Seperti yang sudah dijelaskan di awal bahwa Opname Pekerjaan berarti memerika apakah pekerjaan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan rencana atau tidak. Tetapi pengertian tersebut tidak hanya berhenti sampai disini saja. Ada pertanyaan lebih lanjut. Apa saja yang diperiksa? Di dalam perencanaan, memuat volume pekerjaan, kualitas pekerjaan dan anggaran biaya. Maka yang diperiksa, tidak lepas dari ketiga unsur tadi. Apakah volume pekerjaan yang dilaksanakan sudah sesuai dengan volume rencana? Apakah kualitas pekerjaan sudah sesuai dengan standar teknis perencanaan. Apakah anggaran sudah terserap sesuai rencana? Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebagai tongkat penolong bagi kita untuk melakukan opname pekerjaan.

Kemudian apa itu sertifikasi? Setelah dilakukan opname pekerjaan, kita telah mengetahui capaian volume, kualitas pekerjaan dan serapan anggaran. Dari hasil opname, kita dapat memberikan justifikasi apakah pekerjaan tersebut bisa dinyatakan layak atau tidak. Jika pekerjaan diyatakan layak maka pekerjaan tersebut dapat dilanjutkan ke pelaporan dan serah terima pekerjaan. Tetapi jika pekerjaan dinyatakan tidak layak maka belum dapat dilanjutkan ke pelaporan. Lalu bagaimana jika pekerjaan dinyatakan tidak layak tetapi tetap melanjutkan ke tahapan pelaporan? Jika hal itu yang terjadi maka pelaporan yang telah dibuat belum sepenuhnya dapat dipertanggungjawabkan walaupun dengan bukti-bukti transaksi yang sangat memadahi karena ada indikasi manipulasi data pelaporan. Maka dari justifikasi kelayakan, kita dapat memberikan rekomendasi tindaklanjut yang harus dilakukan perbaikan-perbaikan pekerjaan yang berdasarkan dari data hasil perhitungan opname.

Untuk mengetahui capaian volume pekerjaan, kualitas pekerjaan dan serapan anggaran, memberikan justifikasi kelayakan pekerjaan dan rekomendasi perbaikan-perbaikan. Ini adalah bentuk pengendalian pelaksanaan atas rencana kegiatan.Sebagai upaya bentuk deteksi dini sampai sejauhmana kesesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan pekerjaan. Dengan kata lain untuk meminimalisir jangan sampai terjadi penyimpangan.Sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat untuk lebih dapat melakukan kontrol sosial atas pengelolaan keuangan desa

Spirit yang dibawa adalah spirit transaparansi dan akuntabilitas. Maka untuk mewujudkannya, pengawasan yang maksimal hanya akan dapat dilakukan oleh masyarakat sendiri. Saat masyarakat diajak untuk ikut berpartisipasi dalam proses perencanaan, maka hendaknya masyarakat juga harus dilibatkan dalam proses pelaksanaan kegiatan. Salah satu bentuk pelibatan masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan adalah dilibatkannya masyarakat dalam proses pengawasan atas pelaksanaan kegiatan. Sehingga masyarakat dapat melakukan kontrol sosial atas pelaksanaan kegiatan.

 

 

 

Bagaimana melakukannya

Untuk lebih mudah menjelaskannya, akan diambil salah satu contoh pekerjaan yaitu Pekerjaan Aspal. Pertama kali yang perlu dilakukan adalah melihat perencanaan awal RAB & Design. Seperti gambar dibawah ini dapat dilihat, ada pekerjaan aspal dengan volume 3 x 500 m atau 1.500 M2. Pekerjaan terdiri dari 2 lapis konstruksi yaitu lapis penetrasi 5 cm dan latasir 2 cm. Setelah melihat RAB dan design, tahapan selanjutnya adalah cek lokasi pekerjaan yang selesai pelaksanaan.

Melakukan pengukuran ulang pekerjaan yang sudah selesai dilaksanakan. Ukur ulang semua dimensi pekerjaan : Panjang, Lebar, Tinggi atau Tebal, Diameter, dll. Pada saat melakukan ukur ulang pekerjaan, amati secara seksama kualitas pekerjaan, apakah sudah sesuai dengan standar teknis perencanaan atau belum. Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar kita pada saat melakukan opname jangan sampai terkecoh. Sebagai contoh, di RAB tertuang pekerjaan latasir sejumlah 1.500 M2, ternyata pada saat kita melakukan ukur ulang, volume mencapai  2.100 M2. Kalau kita tidak jeli dalam mengamati, kita akan dengan tergesa-gesa mengatakan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan telah memenuhi target volume bahkan melebihi. Dan anggaran sudah terserap semua. Justru ketika ada pekerjaan yang volumenya melebihi dari target rencana apalagi kelebihan volumenya hamper 50%, maka perlu dicurigai terkait kualitas pekerjaan.

Komentar atas KEGIATAN OPNAME DESA MENGENING SPIRIT TRANSAPARANSI DAN AKUNTABILITAS

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

JAM DIGITAL

kalender bali

Lokasi MENGENING

tampilkan dalam peta lebih besar